Ketua Dewan Penasehat Kadin Lampung M.Alzier Dianis Apresiasi Kegigihan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani

Lampung . HarapanLampung.com-Ketua Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung M. Alzier Dianis Thabranie mengapresiasi tercapainya kesepakatan harga singkong antara Pemprov Lampung dan 13 pemilik pabrik tepung tapioka. Kesepakatan tersebut menurutnya angin segar bagi ribuan petani singkong yang selalu dicekik fluktuatif harga.

Bahkan, ditegaskan Alzier, kegigihan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memperjuangkan kenaikan harga dari semula Rp700–1.000/kg menjadi Rp1.350/kg merupakan langkah nyata penyelamatan ekonomi rakyat kecil.

“Ini perjuangan yang patut diapresiasi. Hampir dua dekade petani kita terombang-ambing harga. Kini pemerintah hadir memberikan kepastian,” ujar Ketua KSPSI Provinsi Lampung ini, dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).

Ia juga memuji sikap para pengusaha tapioka yang akhirnya legowo menerima penetapan harga tersebut, sehingga tercapai equilibrium baru yang dinilai sehat bagi industri maupun petani.

Alzier mengatakan Widiarto alias Akaw — salah satu tokoh penting industri tapioka Lampung — dalam mendukung SK Gubernur No. 745/2025 dan Pergub No. 36/2025 tentang Harga Acuan Dasar Pembelian Ubi Kayu merupakan langkah bersejarah.

“Ini momentum penting. Petani singkong dan pengusaha tepung tapioka harus terus merawat simbiosis mutualis (saling mengisi). Jangan lagi hubungan mereka diwarnai polemik berkepanjangan soal harga,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut, lanjut Alzier, diharapkan menjadi babak baru hubungan industri–petani yang lebih sehat sekaligus menekan potensi gejolak pembelian di lapangan yang selama bertahun-tahun kerap menimbulkan aksi protes, penghentian pembelian, hingga mandeknya produksi.

“Semoga tidak ada lagi polemik yang tak berkesudahan soal harga. Semua saling bersinergi,” imbuhnya.

Sekitar 30 tahun lebih, kemelut harga singkong seakan tak henti-hentinya, setiap harga anjlok petani marah lalu direspon pabrikan mogok beli ubi kayu. Pemerintah ikut langganan terjepit antara tuntutan ribuan petani dengan 13 pemain tepung tapioka.

Diketahui, belum lama berselang, para pengusaha besar yang memiliki 72 pabrik tepung tapioka menemui Gubernur Mirza di Kantor Gubernur, Selasa (25/11/2025). Mereka menyadari harga patokan yang diputuskan dengan rafaksi 15 persen menjadi jalan keluar kemelut harga singkong setahun ini.

Para pengusaha yang menyerap produksi singkong 15 ribu lebih petani yang membudidayakan komoditas ini akan kembali secara bertahap membuka pabriknya.

Gubernur Mirza berharap petani, industri, dan pemerintah sama-sama berjuang demi kesejahteraan bersama.

“Saya berharap pertemuan ini menjadi langkah awal stabilisasi tata kelola singkong di Lampung melalui strategi ganda, yaitu menjaga keberlanjutan industri sekaligus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani,” tukas Gubernur Mirza.

(P.1)